Blogger Widgets

Selasa, 18 November 2014

The Miracle of qur'an

assalamu alaikum wr.wb

hai sobat muslimah yang insya allah selalu dimuliakan allah ketemua lagi dengan admin yang miring dikit nggak papa la yaw yang penting bisa masuk surga amiin.. :)

sobat muslimah admin punya cerpen islami nih judulnya The Miracle Of Qur'an, cerpen ini murni hasil buatan aku sendiri, aku buat cerpen ini sebenarnya untuk lomba di sekolahku dan alhamdulillah cerpen yang aku buat jadi juara 3, tapi daripada mubazzir(?) mending aku post aja di blog ini semoga sobat muslimah bisa termotivasi dengan cerpen yang aku buat

selamat membaca^^


The miracle of qur’an
Karya : isra’ rizka utami

Al-qur’an adalah pedoman bagi setiap muslim, al-qur’an juga syafaat bagi orang yang membacanya disaat hari akhir nanti, tapi terkadang al-qur’an juga memiliki keajaiban yang tak pernah orang duga.
 ***
“Ayo keluar dari sini sekarang juga,  jangan injakan kaki lagi di rumah ini!!!” tegas seseorang kepada wanita yang sedang menangis tersedu-sedu itu.
Gadis itupun berlari sekencang mungkin menuju taman yang tenang di sana, ia duduk di bangku taman sambil menangis termenung mengingat kejadian yang baru beberapa menit berlalu,  kejadian tadi pasti kejadian yang tidak akan terlupakan dalam hidupnya. Dia tidak menyangka seorang ayah yang sangat ia sayangi tega mengusirnya hanya karena hawa nafsunya sendiri. Hidupnya yang selama ini serba berkcekupuan, selalu bahagia, tiba-tiba tertimpa masalah membuat wanita ini merasa sangat terpukul.
Tak terasa matahari akan segera terbenam, tapi gadis itu masih tetap termenung di bangku taman tanpa bergerak sekalipun dari posisinya tadi, rambutnya tampak berantakan, matanya bengkak dan bajunya yang berantakan, tampak seperti seorang gembel di jalanan. Perut yang sudah mulai keroncongan menggerakan ia untuk beranjak dari posisnya, dia berjalan menulusuri jalan setapak berharap mendapatkan warung makan, setelah berjalan beberapa menit akhirnya gadis itu mendapat warung makan, tapi dia baru teringat satu hal bahwa dia tidak membawa uang sepeserpun, dengan lesu ia melanjutkan perjalanannya sambil berfikir mencari cara agar dia bisa mengisi perutnya yang sudah dari tadi kosong, karena lelah gadis yang bernama risa itu duduk di halte bus sambil terus berfikir cara agar dia bisa mengisi perutnya, dia melihat ada seorang ibu yang sedang menunggu bus dan memegang dompet di tangannya, karena risa sudah sangat lapar dia tidak bisa berfikir jernih lagi, risa langsung mengambil dompet itu dan berlari semampu dia, agar terhindar dari kerumunan warga yang lagi mengejar risa, tapi karena risa sudah sangat lemas, tidak kuat lagi untuk lari jadi risa terjatuh lesu di atas jalan.
“itu dia pencurinya!!” teriak salah seorang warga,
“iiini ppak dompetnya”kata risa dengan separuh tenaganya,
“wah masih anak-anak sudah mencuri, gimana besarnya”ejek bapak yang tadi berteriak,
“makasih ya bapak-bapak atas simpatinya, sekarang semuanya sudah bisa bubar, saya saja yang urus anak ini”ujar ibu yang dompetnya di curi oleh risa.
Akhirnya warga pun bubar, dengan tenaga yang tersisa risa berusaha bangkit berdiri tapi tiba-tiba risa jatuh pingsan tidak sadarkan diri, ibu itu pun membawa risa pulang ke rumahnya dengan taksi karena kalau naik bus pasti akan sangat sempit. Sesampai di rumah ia letakanlah  risa di tempat tidurnya.
“anak ini mengingatkan saya dengan tira”ucap ibu itu sambil mengusap kepala risa dan menahan air matanya keluar,
“eugh”risa membuka matanya, dia bingung dimana dia sekarang ditemukanlah muka ibu yang tadi dompetnya dicuri, risa mulai ketakutan pikirnya setelah sadar pasti dia akan dimarahi dan akan di bawa ke kantor polisi, risa berusaha bangkit mau kabur tapi tubuh lisa masih sangat lemah untuk bangkit.
“jangan takut nak, ibu tidak akan memarahi mu atau pun membawa kamu ke kantor polisi, tubuhmu masih sangat lemah istirahat aja dulu, ibu ke dapur  bikinin teh buat kamu, agar tubuh kamu bisa enakan lagi”dengan cepat ibu itu menuju dapur membuatkan risa air hangat.
Ternyata apa yang dipikirkan risa tidak terjadi, malah risa mendapatkan perhatian dari ibu itu, risa bingung kenapa ibu itu sangat perhatian dengannya padahal risa sudah berbuat jahat dengannya.
“ini nak tehnya, diminum ya agar kamu enakan badannya, ibu sholat isya dulu kalau kamu mau makan, makanan sudah ibu siapin di meja makan samping kamar ini”ibu itu pun bergegesas pergi dari kamar,
“ibu tunggu, risa minta maaf ya bu atas perbuatan yang tadi, risa sangat menyesal kalau boleh tau nama ibu siapa ya?”
“nama ibu, aisyah tapi panggil ummi aja, iya tidak apa ibu ikhlas atas yang sudah terjadi, ibu sholat dulu ya nanti aja ceritanya, takutnya ibu nanti lupa sholat isya”
Saat risa ingin bicara,ibu aisyah buru-buru meninggalkan kamar .Setelah meminum tehnya risa langsung sigap menuju meja makan, untuk mengisi perutnya yang sudah dari tadi keroncongan, dengan lahap risa menghabiskan makanannya, saat makan risa mendengar sesuatu dari kamar yang tadi risa tempati istirahat, karena penasaran risa  menuju sumber suara itu, entah kenapa suara itu membuat jantung risa berdenyut kencang, membuat risa bergetar, dan tiba-tiba mengeluarkan air mata, risa menghayati terus demi kata perkata yang terus di keluarkan oleh orang yang di dalam kamar, tanpa disadari oleh risa pintu kamarnya terbuka.
“risa, kamu kenapa di situ, kenapa mata kamu sembab?”tanya ibu aisyah heran,
“tadi ibu ngapain di dalam?” risa balik bertanya,
“tadi ibu baca al-qur’an sebentar”
“waktu ibu baca al-qur’an, bacaan yang ibu keluarkan sangat indah membuat air mata saya keluar bu”terang risa,
“ayat suci al-qur’an memang indah tidak ada bacaan yang sanggup menandingi keindahannya, ayat al-qur’an langsung turun dari allah dan semua ayat al-qur’an mempunyai pelajaran yang sangat berguna bagi kehidupan manusia maka dari itu, seluruh umat islam wajib mempelajarinya seperti hal nya dengan sholat yang merupakan kewajiban seorang muslim”jelas ibu aisyah 
Risa tertegun dengan perkatan ibu aisyah tadi, seumur hidup risa sangat jarang sholat apalagi membaca al-qur’an, ia merasa masa bodoh dengan urusan beribadah kepada allah.
“ummi kalau risa boleh jujur sebernarnya  risa jarang sholat, apa lagi mengaji, pasti risa sangat berdosa ya ummi, apakah risa masih bisa memperbaikinya?”, tanya risa polos
“tak ada kata terlambat untuk berubah nak, ummi pasti akan membantu kamu untuk berubah”ucap ibu aisyah dengan senyum yang mengembang di pipinya sambil mengelus-elus rambut risa.
***
“risa ayo bangun nak, sudah subuh”ucap bu aisyah membangunkan risa dengan lembut,
Setelah risa bangun, bu aisyah mengantarkan risa menuju kamar mandi dan mengajarinya berudhu, rupanya risa juga lupa cara berudhu. Bu aisyah pun memulai sholatnya dan risa disampingnya  mengikuti gerakan sholat ibu aisyah dengan khusyuk.
“risa pelajari iqro’ aja dulu agar baca al-qur’an risa bisa lancar ya”
            Risa hanya mengangguk, dengan semangat risa mempelajari iqro’,sampai-sampai satu jam pun berlalu tidak terasa oleh risa, risa masih sangat semangat membaca satu per-satu dari huruf-huruf hijaiyyah, karena ibu aisyah harus berjualan kue pagi-pagi jadi ia menyuruh risa menghentikan mengajinya.
            “risa mau ikut ummi berjualan kue?”tanya ibu aisyah
            “wah, boleh ummi risa juga mau ngapain kalau sendiri di rumah”sahut risa dengan semangat.
           
Risa pun membantu ibu aisyah menyusun kue-kuenya kedalam keranjang jualan yang akan dibawa untuk berjualan kue nanti, setelah semuanya siap sebelum berangkat ibu aisyah memberikan kerudung ke risa agar dia memkainya, tapi risa masih risih kalau harus menggunakan kerudung.
“risa, kerudung juga merupakan kewajiban bagi setiap muslimah, jadi kalau kita tidak memakainya maka kita akan berdosa kepada allah, kerudung juga merupakan ciri dari wanita muslimah dengan berkerudung kita pasti akan selalu di jaga oleh allah dari hal yang negatif, satu lagi kita harus menggunakan kerudung dengan ikhlas tanpa ada paksaan”kata ibu aisyah menasehati risa
“iya deh risa coba deh pakai kerudungnya yah” setelah mendengar perkataan ibu aisyah tadi risa jadi yakin memakai kerudung
Ibu aisyah dan risa pun meninggalkan rumah dan mulai berjalan menulusuri jalan kompleks rumah ibu aisyah, baru berjalan satu menit ibu aisyah sudah mendapatkan pelanggan, warga di komplkes ini sangat menyukai kue yang di buat ibu aisyah, jadi ibu aisyah mempunyai banyak pelanggan.
“pelanggan ummi banyak ya, risa jadi kelelahan ngelayaninnya satu-persatu, bagaimana kalau ummi sendirian jualannya”kata risa sambil mengusap keringat yang dari tadi bercucuran karena kelelahan.
“kamu kan baru jualan jadi pasti cepat lelah karena tidak terbiasa, ibu kan udah terbiasa jadi udah biasa kalau banyak pelanggan”
            Risa dan ibu aisyah pun melanjutkan berjualan kue di kompleks tersebut, belum sampai kiranya satu jam kue ibu aisyah sudah habis terjual, sesampai di rumah ibu aisyah langsung menyiapkan sarapan untuk ia dan risa. Di dapur ibu aisyah mengingat kejadian yang tadi berjualan kue dengan risa, sama persis dengan petama kalinya ia berjualan kue dengan tira, ibu asiyah lagi-lagi meneteskan air matanya kalau mengingat tentang anaknya itu yang dua tahun lalu telah meninggalkan dirinya karena kecelakaan kereta api.
            “ummi risa mau bantu ya, eh ummi nangis?, ummi kenapa nangis ada yang sakit?”tanya risa
            “tidak ada yang sakit, hanya kelilipan, risa di luar aja tunggu ummi, ummi udah hampir selesai masaknya nih”dengan cepat ibu aisyah mengusap air matanya dan melanjutkan memasak.
            “kalau udah mau selesai ya udah, risa keluar dulu ya ummi”
            Risa bergegas ke luar menuju halaman rumah ibu aisyah duduk dengan santainya, risa jadi rindu dengan ayahnya biasanya kalau pagi-pagi begini pasti risa selalu membangunkan ayahnya yang sangat susah bangun padahal dia harus mencari nafkah pagi-pagi kan, berbagai macam pikiran risa tentang ayahnya yang sangat dia rindukan
            “risa ayo makan, ini makanannya sudah siap”teriak ibu aisyah
            “iya ummi,  risa ke sana”jawab risa    
Dengan nikmat risa melahap semua makanan yang dimasak ibu aisyah, masakan ibu aisyah memang top markotop tidak tandingan kelezatannya, akan tetapi risa kembali mengingat ayahnya sudah makan atau tidak
“risa kalau makan tidak boleh melamun”
Risa hanya mengangguk kemudia melanjutkan menghaibisi makanannya. Adzan dzuhur telah di kumandangkan, risa sedang bersiap untuk sholat berjamaah lagi dengan ibu aisyah, sekarang risa sudah bisa berudhu sendiri tanpa dibantu lagi dengan ibu aisyah.
“ya allah, tolong ampunilah semua dosaku dan dosa ayahku, sadarkanlah ayahku ya allah,,jagalah dia dari perbuatan yang negatif, lindungilah dia  ya allah” doa risa dengaam khusyuk.
 Selesai sholat, risa melanjutkan belajar mengajinya dengan sangat serius, bahkan tidak melihat ibu aisyah yang terkantuk-kantuk mengajarinya.
            “risa sudah dulu ya ngajinya, ummi ngantuk mau tidur siang, tidak apa-apa kan?”
            “iya lah ummi risa ngerti kok tadi pagi kan ummi pasti bangunnya pagi-pagi sekali untuk bikin kuenya, ya udah ummi tidur aja dulu,”
            Saat  sholat ashar ibu aisyah bangun dari tidur nyeyaknya untuk sholat bersama risa, tapi setelah itu risa tidak mengaji dulu kata ibu aisyah sebentar setelah sholat maghrib mengajinya, sekarang ibu aisyah ingin membuatkan pisang goreng untuk risa, sebenarnya kegiatan itu kebiasaanya dulu setiap sore, saat tira masih sd tira selalu ingin pisang goreng buatan ibunya. Dengan dibantu oleh risa ibu aisyah pun memulai membuat pisang gorengnya dengan ceria satu sama lain. Saat risa mengulek-ulek sambel untuk pisangnya dia terliahat sangat takut dengan sambel, karena saat mengulek jarak risa dengan ulekannya jauh ibu aisyah melihatnya tertawa geli.
            “risa, kalau kamu begitu terus, sambelnya tidak akan jadi, ya udah sini ummi yang buat, kamu di luar tunggu pisangnya jadi”
            Dengan patuh risa keluar dari dapur, setelah beberapa menit menunggu akhirnya pisang goreng dan sambelnya pun jadi, mereka pun memakannya bersama di teras rumah agar lebih sejuk.
            “risa ummi pengen nanya sesuatu ke kamu”terang ibu aisyah di sela makannya
“silahkan ummi, risa dengan senang hati menjawab”
            Ternyata pertanyaan ibu aisyah mengarah kepada kejadian kemarin malam kenapa dia bisa sendirian di halte bus itu, diceritakanlah ia dengan risa tentang masalah yang sedang dihadapi dia ini, risa menceritakannya pun tak sanggup menahan air matanya, seketika itu tangisan risalangsung meluap kencang, dia sangat rindu dengan ayahnya, dia berfikir kenapa setaga itu ayahnya kepada dia. Ibu aisyah pun mulai mengerti dan menenangkan risa yang sedang menangis itu dengan mengusap punggunya lembut.
“ibu akan membatumu menyelesaikan masalahmu ini”ucapa ibu aisyah berusaha menenangkan risa,
 Rencanya ibu aisyah akan mengajak risa keluar untuk jalan besok agar dia tidak depresi dengan masalahnya, sangat sayang kalau anak umur 14 tahun seperti risa depresi.
***
             Keesokan harinya pun tiba risa diajak ibu aisyah ke taman mini indonesia indah, di sana risa sangat gembira sekiranya dia bisa melupakan semua masalahnya, berbagai macam wahana risa dan ibu aisyah naiki. Setelah di taman mini seharian sorenya ibu aisyah dan risa pun pulang kelelahan setelah menaiki banyak wahana. Setelah pulang dari taman mini indonesia indah ibu aisyah berencana akan memulangkannya ia ke ayahnya.
            Risa sempat tidak mau pulang karena  masih ingin bersama ibu aisyah, tapi karena dipaksa dan dinasehati risa pun mau pulang. Dengan berat hati risa pun memencet bel rumahnya, setelah satu kali ia memencet bel ayahnya pun keluar dari rumahnya, ia terkejut kaget di depan matanya sudah ada anak  yang sangat ia sayangi yang sempat ia bentak-bentak sampai ia tega mengusirnya dari rumah. Ayah risa pun langsung memeluk anaknya dengan sangat erat seperti dia tidak mau lag berpisah dengan anaknya
            “risa maafin ayah ya, ayah sudah mengusir kamu hanya karena kepentingan ayah saja tanpa mengerti perasaan kamu, ayah tidak ingin berpisah lagi dengan kamu”kata ayah risa yang masih memeluk risa erat.
            Ibu aisyah terharu akhirnya risa dan ayahnya pun kembali bersatu lagi, setelah banyak berbincang-berbincang dengan ayah risa, ibu aisyah pun pamit pulang ke rumahnya karena sudah larut malam .
            “risa tidak akan melupakan pelajaran yang ummi sampaikan, risa akan terus sholat dan mengaji ummi, risa juga akan selalu menggunakan kerudung, kapan-kapan risa datang lagi ya ke rumah ummi kita buat pisang goreng lagi ya ummi hehe”itulah isi pesan singkat risa kepada ibu aisyah yang telah mengajarinya pelajaran yang sangat berharga selama hidupnya. The miracle of qur’an
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Comments