hai sobat muslimah yang insya allah selalu dimuliakan allah ketemua lagi dengan admin yang miring dikit nggak papa la yaw yang penting bisa masuk surga amiin.. :)
sobat muslimah admin punya cerpen islami nih judulnya The Miracle Of Qur'an, cerpen ini murni hasil buatan aku sendiri, aku buat cerpen ini sebenarnya untuk lomba di sekolahku dan alhamdulillah cerpen yang aku buat jadi juara 3, tapi daripada mubazzir(?) mending aku post aja di blog ini semoga sobat muslimah bisa termotivasi dengan cerpen yang aku buat
selamat membaca^^
The miracle of qur’an
Karya : isra’ rizka utami
Al-qur’an adalah pedoman bagi setiap muslim,
al-qur’an juga syafaat bagi orang yang membacanya disaat hari akhir nanti, tapi
terkadang al-qur’an juga memiliki keajaiban yang tak pernah orang duga.
***
“Ayo keluar dari sini sekarang juga, jangan injakan kaki lagi di rumah ini!!!”
tegas seseorang kepada wanita yang sedang menangis tersedu-sedu itu.
Gadis itupun berlari sekencang
mungkin menuju taman yang tenang di sana, ia duduk di bangku taman sambil menangis
termenung mengingat kejadian yang baru beberapa menit berlalu, kejadian tadi pasti kejadian yang tidak akan
terlupakan dalam hidupnya. Dia tidak menyangka seorang ayah yang sangat ia
sayangi tega mengusirnya hanya karena hawa nafsunya sendiri. Hidupnya yang
selama ini serba berkcekupuan, selalu bahagia, tiba-tiba tertimpa masalah
membuat wanita ini merasa sangat terpukul.
Tak terasa matahari akan segera
terbenam, tapi gadis itu masih tetap termenung di bangku taman tanpa bergerak
sekalipun dari posisinya tadi, rambutnya tampak berantakan, matanya bengkak dan
bajunya yang berantakan, tampak seperti seorang gembel di jalanan. Perut yang
sudah mulai keroncongan menggerakan ia untuk beranjak dari posisnya, dia
berjalan menulusuri jalan setapak berharap mendapatkan warung makan, setelah
berjalan beberapa menit akhirnya gadis itu mendapat warung makan, tapi dia baru
teringat satu hal bahwa dia tidak membawa uang sepeserpun, dengan lesu ia
melanjutkan perjalanannya sambil berfikir mencari cara agar dia bisa mengisi
perutnya yang sudah dari tadi kosong, karena lelah gadis yang bernama risa itu
duduk di halte bus sambil terus berfikir cara agar dia bisa mengisi perutnya,
dia melihat ada seorang ibu yang sedang menunggu bus dan memegang dompet di
tangannya, karena risa sudah sangat lapar dia tidak bisa berfikir jernih lagi,
risa langsung mengambil dompet itu dan berlari semampu dia, agar terhindar dari
kerumunan warga yang lagi mengejar risa, tapi karena risa sudah sangat lemas,
tidak kuat lagi untuk lari jadi risa terjatuh lesu di atas jalan.
“itu dia pencurinya!!” teriak
salah seorang warga,
“iiini ppak dompetnya”kata risa
dengan separuh tenaganya,
“wah masih anak-anak sudah
mencuri, gimana besarnya”ejek bapak yang tadi berteriak,
“makasih ya bapak-bapak atas
simpatinya, sekarang semuanya sudah bisa bubar, saya saja yang urus anak
ini”ujar ibu yang dompetnya di curi oleh risa.
Akhirnya warga pun bubar, dengan tenaga yang tersisa
risa berusaha bangkit berdiri tapi tiba-tiba risa jatuh pingsan tidak sadarkan
diri, ibu itu pun membawa risa pulang ke rumahnya dengan taksi karena kalau
naik bus pasti akan sangat sempit. Sesampai di rumah ia letakanlah risa di tempat tidurnya.
“anak ini mengingatkan saya
dengan tira”ucap ibu itu sambil mengusap kepala risa dan menahan air matanya
keluar,
“eugh”risa membuka matanya, dia
bingung dimana dia sekarang ditemukanlah muka ibu yang tadi dompetnya dicuri,
risa mulai ketakutan pikirnya setelah sadar pasti dia akan dimarahi dan akan di
bawa ke kantor polisi, risa berusaha bangkit mau kabur tapi tubuh lisa masih
sangat lemah untuk bangkit.
“jangan takut nak, ibu tidak akan
memarahi mu atau pun membawa kamu ke kantor polisi, tubuhmu masih sangat lemah
istirahat aja dulu, ibu ke dapur bikinin
teh buat kamu, agar tubuh kamu bisa enakan lagi”dengan cepat ibu itu menuju
dapur membuatkan risa air hangat.
Ternyata apa yang dipikirkan risa
tidak terjadi, malah risa mendapatkan perhatian dari ibu itu, risa bingung
kenapa ibu itu sangat perhatian dengannya padahal risa sudah berbuat jahat
dengannya.
“ini nak tehnya, diminum ya agar
kamu enakan badannya, ibu sholat isya dulu kalau kamu mau makan, makanan sudah
ibu siapin di meja makan samping kamar ini”ibu itu pun bergegesas pergi dari
kamar,
“ibu tunggu, risa minta maaf ya
bu atas perbuatan yang tadi, risa sangat menyesal kalau boleh tau nama ibu
siapa ya?”
“nama ibu, aisyah tapi panggil
ummi aja, iya tidak apa ibu ikhlas atas yang sudah terjadi, ibu sholat dulu ya
nanti aja ceritanya, takutnya ibu nanti lupa sholat isya”
Saat risa ingin bicara,ibu aisyah
buru-buru meninggalkan kamar .Setelah meminum tehnya risa langsung sigap menuju
meja makan, untuk mengisi perutnya yang sudah dari tadi keroncongan, dengan
lahap risa menghabiskan makanannya, saat makan risa mendengar sesuatu dari
kamar yang tadi risa tempati istirahat, karena penasaran risa menuju sumber suara itu, entah kenapa suara
itu membuat jantung risa berdenyut kencang, membuat risa bergetar, dan
tiba-tiba mengeluarkan air mata, risa menghayati terus demi kata perkata yang
terus di keluarkan oleh orang yang di dalam kamar, tanpa disadari oleh risa
pintu kamarnya terbuka.
“risa, kamu kenapa di situ,
kenapa mata kamu sembab?”tanya ibu aisyah heran,
“tadi ibu ngapain di dalam?” risa
balik bertanya,
“tadi ibu baca al-qur’an
sebentar”
“waktu ibu baca al-qur’an, bacaan
yang ibu keluarkan sangat indah membuat air mata saya keluar bu”terang risa,
“ayat suci al-qur’an memang indah
tidak ada bacaan yang sanggup menandingi keindahannya, ayat al-qur’an langsung
turun dari allah dan semua ayat al-qur’an mempunyai pelajaran yang sangat
berguna bagi kehidupan manusia maka dari itu, seluruh umat islam wajib
mempelajarinya seperti hal nya dengan sholat yang merupakan kewajiban seorang
muslim”jelas ibu aisyah
Risa tertegun dengan perkatan ibu
aisyah tadi, seumur hidup risa sangat jarang sholat apalagi membaca al-qur’an,
ia merasa masa bodoh dengan urusan beribadah kepada allah.
“ummi kalau risa boleh jujur
sebernarnya risa jarang sholat, apa lagi
mengaji, pasti risa sangat berdosa ya ummi, apakah risa masih bisa
memperbaikinya?”, tanya risa polos
“tak ada kata terlambat untuk
berubah nak, ummi pasti akan membantu kamu untuk berubah”ucap ibu aisyah dengan
senyum yang mengembang di pipinya sambil mengelus-elus rambut risa.
***
“risa ayo bangun nak, sudah subuh”ucap
bu aisyah membangunkan risa dengan lembut,
Setelah risa bangun, bu aisyah
mengantarkan risa menuju kamar mandi dan mengajarinya berudhu, rupanya risa
juga lupa cara berudhu. Bu aisyah pun memulai sholatnya dan risa
disampingnya mengikuti gerakan sholat
ibu aisyah dengan khusyuk.
“risa pelajari iqro’ aja dulu
agar baca al-qur’an risa bisa lancar ya”
Risa
hanya mengangguk, dengan semangat risa mempelajari iqro’,sampai-sampai satu jam
pun berlalu tidak terasa oleh risa, risa masih sangat semangat membaca satu
per-satu dari huruf-huruf hijaiyyah, karena ibu aisyah harus berjualan kue
pagi-pagi jadi ia menyuruh risa menghentikan mengajinya.
“risa
mau ikut ummi berjualan kue?”tanya ibu aisyah
“wah,
boleh ummi risa juga mau ngapain kalau sendiri di rumah”sahut risa dengan
semangat.
Risa pun membantu ibu aisyah
menyusun kue-kuenya kedalam keranjang jualan yang akan dibawa untuk berjualan
kue nanti, setelah semuanya siap sebelum berangkat ibu aisyah memberikan
kerudung ke risa agar dia memkainya, tapi risa masih risih kalau harus
menggunakan kerudung.
“risa, kerudung juga merupakan
kewajiban bagi setiap muslimah, jadi kalau kita tidak memakainya maka kita akan
berdosa kepada allah, kerudung juga merupakan ciri dari wanita muslimah dengan
berkerudung kita pasti akan selalu di jaga oleh allah dari hal yang negatif,
satu lagi kita harus menggunakan kerudung dengan ikhlas tanpa ada paksaan”kata
ibu aisyah menasehati risa
“iya deh risa coba deh pakai
kerudungnya yah” setelah mendengar perkataan ibu aisyah tadi risa jadi yakin
memakai kerudung
Ibu aisyah dan risa pun
meninggalkan rumah dan mulai berjalan menulusuri jalan kompleks rumah ibu
aisyah, baru berjalan satu menit ibu aisyah sudah mendapatkan pelanggan, warga
di komplkes ini sangat menyukai kue yang di buat ibu aisyah, jadi ibu aisyah
mempunyai banyak pelanggan.
“pelanggan ummi banyak ya, risa
jadi kelelahan ngelayaninnya satu-persatu, bagaimana kalau ummi sendirian
jualannya”kata risa sambil mengusap keringat yang dari tadi bercucuran karena
kelelahan.
“kamu kan baru jualan jadi pasti
cepat lelah karena tidak terbiasa, ibu kan udah terbiasa jadi udah biasa kalau
banyak pelanggan”
Risa
dan ibu aisyah pun melanjutkan berjualan kue di kompleks tersebut, belum sampai
kiranya satu jam kue ibu aisyah sudah habis terjual, sesampai di rumah ibu
aisyah langsung menyiapkan sarapan untuk ia dan risa. Di dapur ibu aisyah
mengingat kejadian yang tadi berjualan kue dengan risa, sama persis dengan
petama kalinya ia berjualan kue dengan tira, ibu asiyah lagi-lagi meneteskan
air matanya kalau mengingat tentang anaknya itu yang dua tahun lalu telah
meninggalkan dirinya karena kecelakaan kereta api.
“ummi
risa mau bantu ya, eh ummi nangis?, ummi kenapa nangis ada yang sakit?”tanya
risa
“tidak
ada yang sakit, hanya kelilipan, risa di luar aja tunggu ummi, ummi udah hampir
selesai masaknya nih”dengan cepat ibu aisyah mengusap air matanya dan
melanjutkan memasak.
“kalau
udah mau selesai ya udah, risa keluar dulu ya ummi”
Risa
bergegas ke luar menuju halaman rumah ibu aisyah duduk dengan santainya, risa
jadi rindu dengan ayahnya biasanya kalau pagi-pagi begini pasti risa selalu
membangunkan ayahnya yang sangat susah bangun padahal dia harus mencari nafkah
pagi-pagi kan, berbagai macam pikiran risa tentang ayahnya yang sangat dia
rindukan
“risa
ayo makan, ini makanannya sudah siap”teriak ibu aisyah
“iya ummi, risa ke
sana”jawab risa
Dengan nikmat risa melahap semua
makanan yang dimasak ibu aisyah, masakan ibu aisyah memang top markotop tidak
tandingan kelezatannya, akan tetapi risa kembali mengingat ayahnya sudah makan
atau tidak
“risa kalau makan tidak boleh
melamun”
Risa hanya mengangguk kemudia melanjutkan
menghaibisi makanannya. Adzan dzuhur telah di kumandangkan, risa sedang bersiap
untuk sholat berjamaah lagi dengan ibu aisyah, sekarang risa sudah bisa berudhu
sendiri tanpa dibantu lagi dengan ibu aisyah.
“ya
allah, tolong ampunilah semua dosaku dan dosa ayahku, sadarkanlah ayahku ya
allah,,jagalah dia dari perbuatan yang negatif, lindungilah dia ya allah” doa risa dengaam khusyuk.
Selesai
sholat, risa melanjutkan belajar mengajinya dengan sangat serius, bahkan tidak
melihat ibu aisyah yang terkantuk-kantuk mengajarinya.
“risa
sudah dulu ya ngajinya, ummi ngantuk mau tidur siang, tidak apa-apa kan?”
“iya
lah ummi risa ngerti kok tadi pagi kan ummi pasti bangunnya pagi-pagi sekali
untuk bikin kuenya, ya udah ummi tidur aja dulu,”
Saat sholat ashar ibu aisyah bangun dari tidur
nyeyaknya untuk sholat bersama risa, tapi setelah itu risa tidak mengaji dulu
kata ibu aisyah sebentar setelah sholat maghrib mengajinya, sekarang ibu aisyah
ingin membuatkan pisang goreng untuk risa, sebenarnya kegiatan itu kebiasaanya
dulu setiap sore, saat tira masih sd tira selalu ingin pisang goreng buatan
ibunya. Dengan dibantu oleh risa ibu aisyah pun memulai membuat pisang
gorengnya dengan ceria satu sama lain. Saat risa mengulek-ulek sambel untuk
pisangnya dia terliahat sangat takut dengan sambel, karena saat mengulek jarak
risa dengan ulekannya jauh ibu aisyah melihatnya tertawa geli.
“risa,
kalau kamu begitu terus, sambelnya tidak akan jadi, ya udah sini ummi yang
buat, kamu di luar tunggu pisangnya jadi”
Dengan
patuh risa keluar dari dapur, setelah beberapa menit menunggu akhirnya pisang
goreng dan sambelnya pun jadi, mereka pun memakannya bersama di teras rumah
agar lebih sejuk.
“risa
ummi pengen nanya sesuatu ke kamu”terang ibu aisyah di sela makannya
“silahkan ummi, risa dengan
senang hati menjawab”
Ternyata
pertanyaan ibu aisyah mengarah kepada kejadian kemarin malam kenapa dia bisa
sendirian di halte bus itu, diceritakanlah ia dengan risa tentang masalah yang
sedang dihadapi dia ini, risa menceritakannya pun tak sanggup menahan air
matanya, seketika itu tangisan risalangsung meluap kencang, dia sangat rindu
dengan ayahnya, dia berfikir kenapa setaga itu ayahnya kepada dia. Ibu aisyah
pun mulai mengerti dan menenangkan risa yang sedang menangis itu dengan
mengusap punggunya lembut.
“ibu akan membatumu menyelesaikan
masalahmu ini”ucapa ibu aisyah berusaha menenangkan risa,
Rencanya ibu aisyah akan mengajak risa keluar
untuk jalan besok agar dia tidak depresi dengan masalahnya, sangat sayang kalau
anak umur 14 tahun seperti risa depresi.
***
Keesokan harinya pun tiba risa diajak ibu
aisyah ke taman mini indonesia indah, di sana risa sangat gembira sekiranya dia
bisa melupakan semua masalahnya, berbagai macam wahana risa dan ibu aisyah
naiki. Setelah di taman mini seharian sorenya ibu aisyah dan risa pun pulang
kelelahan setelah menaiki banyak wahana. Setelah pulang dari taman mini
indonesia indah ibu aisyah berencana akan memulangkannya ia ke ayahnya.
Risa
sempat tidak mau pulang karena masih
ingin bersama ibu aisyah, tapi karena dipaksa dan dinasehati risa pun mau
pulang. Dengan berat hati risa pun memencet bel rumahnya, setelah satu kali ia
memencet bel ayahnya pun keluar dari rumahnya, ia terkejut kaget di depan
matanya sudah ada anak yang sangat ia
sayangi yang sempat ia bentak-bentak sampai ia tega mengusirnya dari rumah.
Ayah risa pun langsung memeluk anaknya dengan sangat erat seperti dia tidak mau
lag berpisah dengan anaknya
“risa
maafin ayah ya, ayah sudah mengusir kamu hanya karena kepentingan ayah saja
tanpa mengerti perasaan kamu, ayah tidak ingin berpisah lagi dengan kamu”kata
ayah risa yang masih memeluk risa erat.
Ibu
aisyah terharu akhirnya risa dan ayahnya pun kembali bersatu lagi, setelah
banyak berbincang-berbincang dengan ayah risa, ibu aisyah pun pamit pulang ke
rumahnya karena sudah larut malam .
“risa tidak akan melupakan pelajaran yang
ummi sampaikan, risa akan terus sholat dan mengaji ummi, risa juga akan selalu
menggunakan kerudung, kapan-kapan risa datang lagi ya ke rumah ummi kita buat
pisang goreng lagi ya ummi hehe”itulah isi pesan singkat risa kepada ibu
aisyah yang telah mengajarinya pelajaran yang sangat berharga selama hidupnya. The miracle of qur’an
Tidak ada komentar:
Posting Komentar